Friday, October 31, 2008

Another Ordinary day

Well, diane warren had written a song based on the book (tv show) that oprah had discussed,which i had wrote on my note before. That song has a beautiful lyrics, and i like to write it down in here.Oya, nick lachey is the one who sing it by the way and the title is "ordinary day"

I wish i could tell u, the things i never got the chance to
i wish i was with u now, to see u smile again
i wish we had more time, but time goes by so fast
a moment comes, and then the moment passes by, in the blink of an eye,and if i have one wish

i wouldn't ask for money
i wouldn't ask for fame
i wouldn't ask for the power to make this world change
if i could have one thing, that one thing that i would choose
is one more ordinary day with u

i wish i could see u, and be there where my arms could reach u
i wish i could let u know how much u touched my life
maybe a little time, is the time we get
the words we long to say are words that go unsaid
u can't go back again

..I have heard this song like 20th times by today, by the way..*sigh*

One more ordinary day


I was watching oprah on my saturday morning. I have to admit, my eyes was drowning with tears while watching that show. Oprah discussed, about a tv show that is based on book "one more day". I could not remember the author's name,but i clearly remember, what oprah discussed in the whole show.
"if u have a chance to have one more day to spend, with someone, who will it that be?"
.. I know my answer, it would be with my dad who has pass away 4 years ago. I will spend it not in a fancy way, but juz as ordinary day, like i used to have with him. Eat gado2 at menteng, go to some bookstore,wait for him at his campus while he give a lecture, it was so ordinary. At that time, i dont put that ordinary day as on my extraordinary agenda. I juz put it as a regular day, not give an enough appreciation on the day that i have with him. That today, i juz realizing,it was my beautiful ordinary day with my dad.

I guess most people (including me!) not give an appropriate apreciation to the ordinary that we have on each day. We got traffic every morning, listening the same radio station everyday, pick up ur spouse at their workplace, or take ur niece to the mall,etc, we put it juz as an ordinary day but not an extraordinary one (i did too). In the other hand, watch ur favorite music concert, or to go to some fancy place to spend ur holiday, it was ur extraordinary day.If, there are no sparkle or extravaganza event on it, it juz an ordinary one.

It so true, we are realizing how precious is someone or some ordinary day that we have, when it is already gone. We started to miss our ordinary day, when we dont have it anymore in our life.That thought, made me more appreciate, what i have today, the ordinary one with my luv one (family en frenz), eventhough some of my beautiful ordinary day has gone (incl. What happened in this past two month), but i still felt grateful with what i have today which is "my ordinary day"

Friday, October 24, 2008

How geek are u?


"is it ok,being geeky?"..Ada yg menanyakan hal itu pada g,kemarin sore. Dan yg ada dipikiran g, "is it ok?". Hmm..Mari mencari arti kata dari Geek or weirdo (dalam bhs.Indo apa ya?). Menurut g geek adalah seseorang yang dianggap outsider oleh suatu lingkungan tertentu. Bisa dilingkungan sekolah,kampus,pekerjaan,permainan or anything yg melibatkan adanya sekelompok orang disitu. Yg menjadikan seseorang menjadi "geek" bisa dari penampilan (gaya rambut,gaya berpakain,warna kulit,etc),gaya bicara,kegayaan (hihhhhi.. ), dianggap anak br, gak gaul atau memang nasib dia aja selalu dianggap geek :p. But, eniwey, no one choose to be a geek right? tapi lingkungannya yang membuatnya seperti itu, she/he trying to be normal, tapi norma/kebiasaan pergaulan yang ada disekitarnya, say no to them. Dalam artian you are not normal according to them, you are geek. Atau you are becoming geek, coz u want to, u want to be alone, your environment say no to the idea,boom you are geek. Hmm..Susah jg?

Am i, a geek? Kind a, i guess. Maksud g, g rasa dalam diri setiap orang, ada geek inside of them, tapi tergantung kemauan mereka sendiri untuk mengakuinya. Mungkin,sekali dua kali, kita merasa being rejected oleh suatu lingkungan, atau felt alone, no one comes around, ur laptop is ur soul, ur cellphone is ur 4eva fren, en fb is ur playground. G rasa semua itu bisa digolongkan geek juga..Kayanya..

Tapi, is it ok,to be a geek? G rasa, it is ok, you are a geek untuk orang lain, tapi as long as u have,ur true friend,eventhough juz one or two not a thousand frenz. It is ok to be geek today, tommorow, and more.
So, how geek are u?

Sunday, October 12, 2008

Datang tak dijemput,pulang tak diantar


Love bisa dimulai dari mana saja,kapan saja,dan kita tidak akan pernah kira datang dr mana. Bagi yang sudah baca buku laskar pelangi ataupun menonton filmnya pasti akan tahu kisah cute love story ikal dan aling. Karena ikal merasa telah melihat kuku terindah yang pernah ia lihat selama ini. Ketika dia melihat ada sejulur tangan,dengan kuku yang berkilauan,semua terasa indah,bunga beterbangan,ruangan pengap tidak terasakan. Cinta memang datang tak dijemput, pulang tak diantar. Dengan media yang kita tidak pernah tahu media dan caranya. Bahkan,hal itu bisa membuat hal diluar logika bagi yang mengalaminya. Kalo ingat cerita ikal,tentunya kita akan lihat bagaimana,ikal berjuangnya untuk melihat kuku terindahnya,dengan melakukan perjalananan jauh, dan dengan alasan membeli kapur tulis untuk sekolahnya. Dan gue rasa, semua orang, mostly ..Been there..Done that..Do the crazy thing coz of love,yang jika logikanya bisa bicara akan berucap"gak penting banget dech loe lakuin ini". But, hey who could blame love, yang datang tak dijemput , pulang tak diantar. Dan ketika dia datang dengan tiba-tiba, rasakan kejatuhannya,excitementnya, sakit hatinya,karena semua itu datang sebagai full package darinya. Hidup cuma sekali, dan kenapa harus hindarinya bukan?

Saturday, October 11, 2008

Ketika Bola Golf Jatuh…


Sebenarnya ide nulis hal ini sudah ada dari hari Lebaran, tapi baru bisa nulis sekarang karena kesalip sama hal-hal lain. Cerita ini dimulai dimana gue harus bolak balik kerumah sakit di daerah fatmawati itu. Nah, ada yang menggelitik dan mengutik pikiran gue, ketika gue menuju rumah sakit ini. Ketika gue akan masuk ke jalan yang menuju pintu masuk rumah sakit tersebut adalah sebuah tong yang diletakkan ditengah jalan seperti pemisah jalan antara yang akan masuk kejalan tersebut dan yang keluar tertulis dengan jelas di tong tersebut

“ANDA MEMASUKI KAWASAN LAPANGAN GOLF, JIKA MOBIL ANDA TERKENA BOLA GOLF, BUKAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA”

Haduh, gue langsung terpikir gue kaya masuk ke area medan tempur ada peluru nyasar bisa terjadi kapan aja, dan tidak akan yang tanggung jawab akan keselamatan gue (istilahnya tertembak…tertembaklah gue, kan lagi perang..hadapi resikomu bukan??) . Jadi dengan penuh kewas-was gue masuk kejalan itu dengan kepala yang lihat keatas takut ada bola golf nyasar (tapi tidak penting juga gue lihat keatas, secara kan gue dalam mobil dan misalpun ada bola golf nyasar tidak mungkin juga menghindar bukan? dan tidak akan terkena juga kepala gue juga secara gue dalam mobil juga gitu). Eniwey, dalam perjalanan itu ada pemandangan lucu juga, kita bisa lihat lapangan golf secara open air, gila gue pikir? Jadi benar tidak ada pembatas..tembok pun tak ada.. jaring 2 gitu tidak ada jadi benar..GOLF VIEW (buka river view ajah kaya kalo perumahan) dan bisa dengan jelas lihat orang yang lagi main golf secara jelas, menyenangkan bukan??? (pic attached)

Nah, ini untungnya (orang Indonesia memang untung terus?) ini hanya lapangan golf kalau ini lapangan tembak gimana? Tidak lucu juga..dan benar-benar jadi area perang sesungguhnya, kita tidak tahu kapan akan ada peluru nyasar..lagi lewat jalan tersebut dengan tenangnya….eh ada peluru nyasar nahlo..mau nengok orang sakit malah jadi masuk rumah sakit???

Nah ini buat gue yang naik mobil, kalo yang naik motor atau pejalan kaki gimana ceritanya? Terkena bola golf yang tidak pernah tahu kapan datangnya (seperti bintang jatuh misalnya? Tidak tahu kapan datangnya, tapi ini ditungguin, nah bola golf dielakkan pastinya).

Intinya sih gue tulis, ini kenapa ketika mereka (si pengelola) tahu, apa yang mereka kelola (lapangan golf) adalah suatu yang dapat merugikan orang jika ada yang terkena akibatnya, mereka tidak bersifat preventif terhadapnya (dengan memasang tembok misalnya atau dengan jaring2 itu?). maksud gue, mereka tahu what they did, will effect somebody else or bahkan merusak jika terkena bola itu. Tetapi mereka malah melakukan tindakan yang pendek aja jalannya, “KALO TERKENA BUKAN TANGGUNG JAWAB KITA LOH” seperti mau bilang, salah siapa? (salah gue? salah temen2 gue?..hihihi) Kenapa lewat sini, kalo akan terkena resiko sendiri.

Atau bahkan mungkin nieh, mereka dalam promonya untuk menarik orang bermain golf disitu, ditulis “PLAY GOLF HERE, YOU WILL SEE THE EXTRAORDINARY VIEW and YOU CAN CRASH OTHER PEOPLE CAR TOO ”..jadi sambil main golf..lihat orang lewat, mobil seliweran, malah kalo beruntung bisa lihat bola golf nya kena mobil orang jadi full excitement..not juzz golf…

Responsibility is the key gue rasa, dan sensitivity itu penting, mungkin mereka tidak bermaksud seperti itu, bermaksud bola golf itu sampai keluar dari lapangannya, tapi mereka tidak melihatnya secara luas, bahwa hal itu pasti terjadilah, siapa yang bisa ngatur itu bola untuk tidak keluar lapangan, bukan? Dan juga tidak sensitive bahwa akan merusak milik orang lain jika terkena akibatnya (terkena bola golf). Kenapa mereka malah melemparkan ke orang lain,yang mungkin dan pasti juga tidak maksud untuk terkena bola golf.

In our life juga gitu gue rasa, responsibility and sensitivity juga penting. Dalam artian we will never know apa yang kita perbuat itu bisa effect apa keorang lain, kita tidak sadar akan hal itu, karena kita hanya melihat diri sendiri sebagai pusatnya dan sebagai kacamatanya, sehingga ketika orang lain melihatnya secara berbeda atau menyakiti mereka tanpa kita sadari dan kita seakan menyalahkan orang lain, dan bilang “Sorry, I don’t mean to””..you don’t tell me that..” karena tentunya orang lain tersebut terkadang dan bahkan seringkali tidak bisa selalu ungkapkan karena terkadang tidak ada yang perlu dibicarakan. atau segan untuk diucapkan, salah untuk diutarakan tetapi sensitive saja yang diperlukan….

Is it true being thirty is raising the sensitivity?


Gue denger tentang hal ini di radio Hardrock “Good Morning Hard Rocker Show” ketika akan berangkat kantor seperti biasanya and yup…percakapan ini muncul ajah “Kenapa perempuan ketika menuju umur 30 tahun atau bahkan sudah lebih dari umur segitu jadi lebih sensitive atau bahkan jadi galak? Hmm…. Gue langsung terpikir am i? is it? Really? Next year I’m going thirty on 30th September..(damn so many thirty in this line?? Apakah gue lebih sensitive??

Hmmmm..gue rasa ini ini memang women issue bgd, ketika angka 3 (damn! angka 3 lagi secara nama gue aja ada Tri nama depannya) sudah ada muncul ketika kita tulis dibiodata, atau bahkan diprofile, tension muncul dan akan banyak pertanyaan lanjutan muncul “Kapan?” dan akan banyak model kapan disitu, meski intinya sama, ini gue list :

1. Kapan nikahnya
2. Kapan undangannya?
3. Kapan nyusulnya?
4. Kapan nih?

Dan benar juga ketika pertanyaan ini muncul akan semakin muncul layer pelindung diri, akan pertanyaan-pertanyaan tersebut, to be not hurt with those question (coz doesn’t mean we don’t want to, we think about it, we want it, but we haven’t found the one for it, and we still try to found it) atau mungkin akan banyak alasan lainnya yang setiap orang punya dilubuk hatinya.

Pas 25 tahun ditanya, muncul layer partama, tahun berikutnya ditanya kembali muncul layer berikutnya, dan layer itu semakin menebal dan menebal..dan akhirnya menggunung…dan akhirnya being sensitive muncul.

Am I being more sensitive? Gue emang belum muncul that sensitivity, karena gue juga belum mencapai angka 3 itu atau mungkin juga udah muncul tapi gue gak nyadar. Mungkin orang yang melihat hal tersebut akan berkomentar berbeda dari gue katakan saat ini. What about you? Are u?

Sunday, October 5, 2008

Biasanya


Biasanya aku punya tembok untuknya
Untuk hadang rasa sungguhku padanya
Yang aku tahu selalu untuknya

Biasanya aku tahu batasnya
Yang bisa buat aku, tahu sejauh mana langkahku mendekatnya
Untuk temaninya, dikala dia memerlukannya

Biasanya aku tahu logikanya
Untuk hadapinya, yang merupakan rumahku
Dikala aku bingung hadapi duniaku dan dunianya

Biasanya aku tahu
Semua hal yang aku pikir tahu tentangnya
Tetapi ketika dia bilang butuh aku
Dan ucapkan selama ada aku, dia siap hadapi semua sedihnya
Aku kehilangan tembok aku, logikaku
Yang aku susun selalu, dari sejak aku kenal dirinya tapi tak pernah aku akuinya

3000 Pasukanmu


Kamu bilang kamu punya tiga ribu pasukanmu
Yang selalu siap temani kamu
Diwaktu sendumu, tetapi kenapa masih cari aku?

Kamu bilang kamu punya tiga ribu pasukanmu
Yang siap sedia untuk kamu selalu
Kapan saja kamu mau, tapi kenapa masih minta temani aku?
Disetiap waktu, dikala sedihmu

Kamu bilang kamu punya tiga ribu pasukanmu
Dan ketika aku tanya kamu kenapa masih butuh aku
Ternyata kamu cuma bilang "aku salah satu pasukanmu"
Jadi aku harus temani kamu dan aku bukan satu-satunya
yang akan kamu cari ketika kamu butuh kawanmu
Untuk isi hampamu

Juz Me

My photo
" i'm a fetish mostly on shoes, nice quote and last but not least on L.O.V.E "