
Sebenarnya ide nulis hal ini sudah ada dari hari Lebaran, tapi baru bisa nulis sekarang karena kesalip sama hal-hal lain. Cerita ini dimulai dimana gue harus bolak balik kerumah sakit di daerah fatmawati itu. Nah, ada yang menggelitik dan mengutik pikiran gue, ketika gue menuju rumah sakit ini. Ketika gue akan masuk ke jalan yang menuju pintu masuk rumah sakit tersebut adalah sebuah tong yang diletakkan ditengah jalan seperti pemisah jalan antara yang akan masuk kejalan tersebut dan yang keluar tertulis dengan jelas di tong tersebut
“ANDA MEMASUKI KAWASAN LAPANGAN GOLF, JIKA MOBIL ANDA TERKENA BOLA GOLF, BUKAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA”
Haduh, gue langsung terpikir gue kaya masuk ke area medan tempur ada peluru nyasar bisa terjadi kapan aja, dan tidak akan yang tanggung jawab akan keselamatan gue (istilahnya tertembak…tertembaklah gue, kan lagi perang..hadapi resikomu bukan??) . Jadi dengan penuh kewas-was gue masuk kejalan itu dengan kepala yang lihat keatas takut ada bola golf nyasar (tapi tidak penting juga gue lihat keatas, secara kan gue dalam mobil dan misalpun ada bola golf nyasar tidak mungkin juga menghindar bukan? dan tidak akan terkena juga kepala gue juga secara gue dalam mobil juga gitu). Eniwey, dalam perjalanan itu ada pemandangan lucu juga, kita bisa lihat lapangan golf secara open air, gila gue pikir? Jadi benar tidak ada pembatas..tembok pun tak ada.. jaring 2 gitu tidak ada jadi benar..GOLF VIEW (buka river view ajah kaya kalo perumahan) dan bisa dengan jelas lihat orang yang lagi main golf secara jelas, menyenangkan bukan??? (pic attached)
Nah, ini untungnya (orang Indonesia memang untung terus?) ini hanya lapangan golf kalau ini lapangan tembak gimana? Tidak lucu juga..dan benar-benar jadi area perang sesungguhnya, kita tidak tahu kapan akan ada peluru nyasar..lagi lewat jalan tersebut dengan tenangnya….eh ada peluru nyasar nahlo..mau nengok orang sakit malah jadi masuk rumah sakit???
Nah ini buat gue yang naik mobil, kalo yang naik motor atau pejalan kaki gimana ceritanya? Terkena bola golf yang tidak pernah tahu kapan datangnya (seperti bintang jatuh misalnya? Tidak tahu kapan datangnya, tapi ini ditungguin, nah bola golf dielakkan pastinya).
Intinya sih gue tulis, ini kenapa ketika mereka (si pengelola) tahu, apa yang mereka kelola (lapangan golf) adalah suatu yang dapat merugikan orang jika ada yang terkena akibatnya, mereka tidak bersifat preventif terhadapnya (dengan memasang tembok misalnya atau dengan jaring2 itu?). maksud gue, mereka tahu what they did, will effect somebody else or bahkan merusak jika terkena bola itu. Tetapi mereka malah melakukan tindakan yang pendek aja jalannya, “KALO TERKENA BUKAN TANGGUNG JAWAB KITA LOH” seperti mau bilang, salah siapa? (salah gue? salah temen2 gue?..hihihi) Kenapa lewat sini, kalo akan terkena resiko sendiri.
Atau bahkan mungkin nieh, mereka dalam promonya untuk menarik orang bermain golf disitu, ditulis “PLAY GOLF HERE, YOU WILL SEE THE EXTRAORDINARY VIEW and YOU CAN CRASH OTHER PEOPLE CAR TOO ”..jadi sambil main golf..lihat orang lewat, mobil seliweran, malah kalo beruntung bisa lihat bola golf nya kena mobil orang jadi full excitement..not juzz golf…
Responsibility is the key gue rasa, dan sensitivity itu penting, mungkin mereka tidak bermaksud seperti itu, bermaksud bola golf itu sampai keluar dari lapangannya, tapi mereka tidak melihatnya secara luas, bahwa hal itu pasti terjadilah, siapa yang bisa ngatur itu bola untuk tidak keluar lapangan, bukan? Dan juga tidak sensitive bahwa akan merusak milik orang lain jika terkena akibatnya (terkena bola golf). Kenapa mereka malah melemparkan ke orang lain,yang mungkin dan pasti juga tidak maksud untuk terkena bola golf.
In our life juga gitu gue rasa, responsibility and sensitivity juga penting. Dalam artian we will never know apa yang kita perbuat itu bisa effect apa keorang lain, kita tidak sadar akan hal itu, karena kita hanya melihat diri sendiri sebagai pusatnya dan sebagai kacamatanya, sehingga ketika orang lain melihatnya secara berbeda atau menyakiti mereka tanpa kita sadari dan kita seakan menyalahkan orang lain, dan bilang “Sorry, I don’t mean to””..you don’t tell me that..” karena tentunya orang lain tersebut terkadang dan bahkan seringkali tidak bisa selalu ungkapkan karena terkadang tidak ada yang perlu dibicarakan. atau segan untuk diucapkan, salah untuk diutarakan tetapi sensitive saja yang diperlukan….