Biasanya

Biasanya aku punya tembok untuknya
Untuk hadang rasa sungguhku padanya
Yang aku tahu selalu untuknya
Biasanya aku tahu batasnya
Yang bisa buat aku, tahu sejauh mana langkahku mendekatnya
Untuk temaninya, dikala dia memerlukannya
Biasanya aku tahu logikanya
Untuk hadapinya, yang merupakan rumahku
Dikala aku bingung hadapi duniaku dan dunianya
Biasanya aku tahu
Semua hal yang aku pikir tahu tentangnya
Tetapi ketika dia bilang butuh aku
Dan ucapkan selama ada aku, dia siap hadapi semua sedihnya
Aku kehilangan tembok aku, logikaku
Yang aku susun selalu, dari sejak aku kenal dirinya tapi tak pernah aku akuinya

No comments:
Post a Comment