Is it better knowing everything or not knowing anything?

Pertanyaan itu muncul dikepala gue, ketika gue mendengar cerita seorang teman yang baru saja mendengar perkataan jujur dari pasangannya, She was shock, She admitted. Lebih kepada dia tidak siap untuk mendengar hal yang tidak ingin dia ketahui, meski mungkin dia tahu tapi tidak mau tahu. Tapi mau tidak mau harus dia ketahui dan sadari, karena masalah itu memang ada.
Kejujuran memang butuh kerja keras, bagi yang akan bicara maupun yang mendengar. It is not that easy, untuk kedua pihak. Karena terkadang kejujuran can be painful even tough it can be fun for both side depend on the news and circumstances. Jadi mungkin untuk beberapa orang lebih nyaman untuk tidak mengetahui apa-apa, hanya tahu yang indah-indah saja tapi dengan konsekuensinya kita kaget dibelakang. Jadi, seakan tutup mata saja, hear or see no evil, and prefer to accept a white lie than the truth itself.
So, is it better knowing everything or not knowing anything? Mau kaget dibelakang atau didepan? Tough choice ya..

No comments:
Post a Comment