ketika otak itu tertinggal

Seminggu ini saya sedang mencoba mengeliminasi akan suatu keterbiasaan. Terkadang tanpa tersadari sesuatu yang datang selalu dengan termin tertentu akan menjadi sesuatu yang akan selalu ditunggu. Jika dia memang masih ada untuk saya itu bukan masalah, tetapi jika hanya basa basi itu yang menjadi masalah.
Eliminasi ini saya lakukan dengan saya mencoba untuk menutup semua bentuk komunikasi salah satunya YM,Karena itu merupakan bentuk komunikasi yang sering digunakan , penutupan ini untuk tenggang waktu yang tidak saya tentukan. Saya ingin membentuk keterasingan, tidak mengenal akan semua tentang diri dia. Terbiasa dia tak ada, terbiasa tidak melihat namanya. Saya membentuk suatu benteng diri untuk tidak terbiasa ditanya akan suatu kabar tentang saya, dan saya mengterbiasakan untuk tidak ingin tahu tentang kabarnya (karena saya masih selalu ingin tahu, bertanya2 Apa dia baik -Baik saja, Apakah sehat selalu, tidak sedih, khawatir kabarnya, meski hanya bisa bertanya dalam hati saja).
Ternyata eliminasi ini membuat saya asing dengan diri saya sendiri, saya didunia hening, yang asing. Saya merasa tiba-tiba otak seperti tertinggal disuatu tempat yang tak pernah saya kunjungi. Saya berniat melupakan, tetapi menjadi terlupa semua.
Saya menjadi lupa membawa hal-hal yang biasa yang dilakukan setiap harinya, membawa dompet contohnya, atau bahkan HP dan salah melakukan tugas pekerjaan.
Proses eliminasi kenangan seseorang memang perlu suatu proses, saat ini memang seperti otak tertinggal semoga saja hati saya tak pernah ketinggalan..

No comments:
Post a Comment