"everything will come beautifully in the end, if it's not beautiful, well..it is not the end"
Sunday, August 30, 2009
Tuesday, August 25, 2009
Damai di Hati, tapi Tidak Dijalan
Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang ditunggu seluruh umat Islam. Bulan pengampunan, bulan penuh kedamaian.
Semua berlomba meningkatkan ibadah dan untuk mendapatkan pengampunan.
Bulan suci ini tetapi akan berbanding terbalik, jika kita lihat kejalan, terlebih lagi ketika jam buka puasa menjelang. Bukan hanya ibadah yang dijalankan,tetapi lebih seperti sikut-sikutan untuk dapat berbuka bersama dirumah.
Tidak ada lagi kata ibadah, semua seperti terlupakan. Saling pepet, saling susul menyusul. Damai itu jadi hilang, lebih kearah kesemrawutan.
Kesemrawutan juga terjadi jika kita lihat pada jam buka, ditempat makanan. Berlomba untuk mendapatkan kursi untuk menikmati hidangan. Tidak ada lagi kata damai disana. Bahkan saya pernah melihat seorang ibu adu mulut dengan seorang pemuda memperebutkan kursi disebuah restoran.
Humm...ironis mmg terkadang terjadi untuk suatu tujuan, terkadang apa saja dijalankan. Untuk bisa berbuka bersama,kedamaian disingkirkan.
Jadi sampai mana tingkat ibadah dijalankan..i even asked my self to that question...
Posted by
lia soedharyo
at
4:14 PM
0
comments
Friday, August 21, 2009
Jika perduli, kenapa harus diakui negara lain dahulu baru perduli?
Segala sesuatu kala itu ada dan tersedia dengan manisnya, kita akan merasa selalu dalam posisi aman dalam posisi tidak perlu menjaga. Aman dan Nyaman, dan terkendali. Tetapi ketika hal tersebut hilang atau diakui oleh pihak lain, mulailah satu ego muncul tidak rela untuk hilang.
Saat ini sedang menjadi trending topics di Twitter suatu situs jejaring sosial yang berbasis seperti microblogging mengenai tari pendet yang diakui oleh Malaysia. Kehebohan terjadi karena ketidakrelaan suatu hal yang merasa kita miliki turun temurun diakui oleh Negara lain. Banyak pihak berteriak tidak rela, umpatan kata diungkapkan, yang pada dasarnya karena terdapat kata tidak rela
Saya juga tidak rela, tetapi kenapa saya dahulu tidak perduli. Saya tidak pernah menonton tari pendet seperti apa, saya tidak pernah menari tari pendet seumur hidup saya, saya juga lebih suka menonton konser musik yang popular dibanding musik budaya sendiri. Yang lebih kronis saya hanya pernah menonton tari wayang orang, itu juga hanya karena saya hendak menonton Puppet Show dari Belgia dan Pergelaran Wayang Orang tersebut sebagai pembuka acaranya.
Jika perduli, kenapa harus diakui negara lain dahulu baru perduli? Tanyakan kenapa? Tanyakan kepada mereka yang berteriak2 tidak rela? Tapi jangan lupa tanyakan saya juga….
Posted by
lia soedharyo
at
6:15 PM
2
comments
Jika Memang Sudah Waktunya Pergi

Semua pasti datang dan pergi, tak ada yang abadi, aku, kamu, dia, mereka, semua akan pergi. Jika saat itu tiba, waktunya rasa rela untuk dimiliki.
Jika cinta tentunya akan merelakan yang terbaik untuknya, cinta kita akan selalu menemaninya.
Hati akan selalu mengingat, dan tak akan hilang oleh waktu yang tak pernah lelap, hanya yakini semua ini memang sudah waktunya untuk pergi.
For Wara Be Strong Sob… 20/0809
Posted by
lia soedharyo
at
6:11 PM
0
comments
Wednesday, August 12, 2009
DIA SALAH, SAYA SALAH, SEMUA RASANYA SALAH

“Semakin nambah umur loe, semakin ekspetasi loe akan kriteria pasangan akan semakin sempurna, semua akan menjadi salah, semua aneh” seseorang berkata pada saya disuatu malam, well she is my sister in law actually.
Well, it is noted, semua jadi serba salah. Benar juga, semakin umur kita bertambah, semakin kita banyak mengalami suatu fase dalam berhubungan, putus sambung, tinggal meninggalkan, pergi, menyakiti tersakiti, kesemua itu membuat tingkat pengharapan akan kriteria itu semakin tinggi Takut salah memilih, takut terjadi hal yang sama untuk disakiti, takut untuk membuka hati. Bahkan takut untuk jatuh cinta lagi?
Membuat semua salah menjadi pelindung diri untuk takut memulai. Kriteria menjadi semakin sempurna, pembanding menjadi pagar tersendiri, dia aneh, dia salah, dia tidak pas untuk saya.
Memilih memang tidak salah, karena untuk diri saya sendiri, tetapi sampai tingkat manakah saya membuat semua menjadi salah?
Tetapi ketika terbangun pagi ini, terdiam, saya tahu kenapa semua jadi salah, dia menjadi salah, semua salah, saya salah…iya saya yang salah, karena saya masih saja jatuh cinta pada satu orang dan hal itu membuat semua salah. Dia tidak salah, jatuh cinta pada seseorang yang sama sampai saat ini yang membuat semua salah…..salahkan saya…
Posted by
lia soedharyo
at
6:07 PM
0
comments
Breaking into Pieces @040809

Being in love wit u,
it is so breaking me into pieces
Tak akui semua, dekat menurut kamu
Sayang dan Cinta sudah ucap hanya untuk aku,
U are breaking me into pieces
Kamu pergi, aku bilang jangan
Kamu tetap pergi
It is so breaking me into pieces
Kamu pergi,
Sudah miliki baru dihati kamu,
U are breaking me into pieces
Aku masih berdiri ditempat sama,
Ketika jatuh cinta dgn kamu,
It is so breaking into pieces
Jangan tanya kabar aku,
Karena aku tak mau tahu kabar kamu,
U are breaking me into pieces
Falling in love wit u,
It is breaking me into pieces
Posted by
lia soedharyo
at
6:03 PM
0
comments
Juz Me
- lia soedharyo
- " i'm a fetish mostly on shoes, nice quote and last but not least on L.O.V.E "