Sunday, September 27, 2009

Ketika Maaf Lahir Batin. Tak Pakai Batin


Lebaran atau Idul Fitri identik dengan silahturahmi dan saling memaafkan. Meminta Maaf atas kesalahan yang telah dilakukan Baik sengaja ataupun yang tidak sengaja.

Untuk orang terdekat atau Bahkan kerabat jauh, atau orang yang sebenarnya kita tidak pernah ada interaksi secara langsung. Bahkan permohonan Maaf dikirimkan secara Masal, send to all. Well, i did the same thing. Send to all, isi pesan Sama, at least I remember them to send those text messaging.

Most people do that, incl. Me! as I have mentioned. Tetapi yang Jadi pertanyaan, did we mean it to said "Mohon Maaf Lahir dan Batin"

Kadang terpikir, atau bahkan tidak Kadang saja tapi most of the time, it's just a tradition, we say those Mohon Maaf Lahir Batin just basa basi, tradisi, mmg hrs dilakukan.

Ini dari sisi Si Pengirim kata Mohon Maaf Lahir Batin, bagaimana dari sisi penerima. Kalau Saya jujur saja, untuk seseorang yang mmg tidak ada Masalah dengan Saya,Saya dengan tulus kok, memaafkan mereka, salahpun tidak, tapi Meminta Maaf harus Saya Terima dengan tulus donk. Tetapi bagaimana dengan seseorang yang Saya belum Terima kesalahannya terhadap Saya? Saya masih memikirkan kesedihannya. Did I mean it when I replied the sms? Jujur tidak Sama sekali, I replied it Sama2, well kata Sama2 bisa bercabang banyak, berarti banyak...aman,..

Jadi should I still send those Mohon Maaf Lahir Batin text messaging untuk semua orang dan Bahkan should I reply them jika Saya masih belum rela. Jawabannya.... Ada dihati Saya saja sepertinya...

No comments:

Juz Me

My photo
" i'm a fetish mostly on shoes, nice quote and last but not least on L.O.V.E "