Dia lebih, Kamu kurang

Disuatu makan siang dengan Teman sekantor yang cukup dekat dengan Saya, dia bertanya :
"Lagi deket Sama siapa loe sekarang?" tanyanya.
"Ketegori deket Apa sih?" tanya Saya balik kepada dia.
"Ya yang dianggap lebih dari Teman menurut loe" jawab Teman Saya.
"Humm gak Ada" jawab Saya singkat.
Setelah lebih dari 8 bulan Saya sendiri, mmg tidak Ada Sama sekali yang bisa Saya anggap lebih dari Teman menurut kategori Saya.
Jika ditanya lebih detil jawabnya adalah dua kata "Belum lupa"
Jika ditanya Kenapa belum lupa, jawabnya menjadi tiga kata "Dia banyak lebihnya"
Jika ditanya Kenapa dia banyak lebihnya, jawabnya menjadi empat kata "Saya tidak Ingat kekurangannya"
Jika ditanya Kenapa tidak Ingat kekurangannya, jawabnya menjadi Lima kata "Karena Saya terlalu berharap dia"
Jika berharap akan seseorang atau suatu hubungan, tidak akan Ada kekurangan yang terlihat, semua menjadi sempurna. Ketika Mencoba langkah barupun, empat kata menjadi terucap "Dia lebih, Kamu kurang"
Tetapi yang pasti Ada perkataan Teman Saya siang itu yang membuat Saya berpikir dan terbangun dari alam khayal pengharapan yang tidak Ada ujungnya :
"Jgn lihat kekurangan mereka terus, liat kelebihannya ajah,gak akan habisnya dan loe nggak akan memilih seseorang untuk loe"
Seperti kejedot tembok rasanya siang itu ...

No comments:
Post a Comment